Sosialisasi pencegahan DBD dan Malaria di Desa Belo Laut

Sosialisasi pencegahan DBD dan Malaria di Desa Belo Laut

BELO LAUT (16/09/2026)— Pemerintah Desa (Pemdes) Belo Laut mengimbau seluruh lapisan masyarakat Desa Belo Laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Langkah pencegahan ini dilakukan guna mengantisipasi risiko lonjakan kasus serta melindungi warga dari bahaya gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Berdasarkan data wilayah kerja Puskesmas Mentok, pada tahun 2022 tercatat sebanyak 259 kasus DBD dengan 5 korban jiwa. Upaya penanganan dan pencegahan terus digalakkan hingga saat ini untuk meminimalisir angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Pemdes Belo Laut mendukung penuh gerakan inovasi kesehatan bertajuk JBJ (Jum’at Berantas Jentik) yang digagas bersama Puskesmas Mentok. Program aksi yang dilaksanakan berkala setiap pekan ini bertujuan mengajak warga bergotong-royong membersihkan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk secara mandiri maupun bersama-sama.
Pemerintah Desa Belo Laut mengingatkan seluruh kepala dusun, ketua RT, dan masyarakat untuk konsisten menerapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus:
1. Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin.
2. Menutup rapat tempat-tempat penyimpanan air.
3. Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Selain itu, warga juga dianjurkan menggunakan lotion anti-nyamuk, memasang kawat kasa di ventilasi rumah, serta memakai kelambu saat tidur demi memutus rantai penularan DBD di lingkungan Desa Belo Laut.

Sumber: 
Desa Belo Laut
Penulis: 
Desa Belo Laut
Bidang Informasi: 
Desa Belo Laut
Error | Desa Belo Laut

Error

The website encountered an unexpected error. Please try again later.